Minggu, 12 Mei 2019

OJK E-COMMERSE UNIVERSITAS DHYANA PURA


           

 10 Perusahaan Money Game Yang Telah Divonis Asli Money Game


Money game adalah suatu kegiatan pengumpulan uang atau kegiatan menggandakan uang yang pada praktiknya pemberian bonus atau komisi diambil dari penambahan atau perekrutan anggota baru, dan bukanlah dari penjualan produk. Salah satu daya pikat money game adalah janji-janji mendapatkan untung besar dalam waktu singkat dengan usaha yang amat minimal. Di berbagai penjuru dunia, money game telah banyak mengilhami orang untuk melakukan penipuan berkedok investasi. Dan, makin sulit dibedakan bila penipuan ini menggunakan kedok bisnis yang sah seperti pemasaran jaringan (multi level marketing), arisan berantai, koperasi simpan-pinjam, dan penggunaan teknologi internet.

   Berikut perusahaan yang telah dinyatakan oleh OJK sebagai perusahaan yang mengandung unsur Money Game, yaitu :
1.  Boss Venture.
2.  Koperasi Mitra.
3.  PT. Amoeba Investment.
4. Crown Capital Management.
5. CV. Anugerah Tekstil.
6. CV. Berkah Mandiri.
7. PT. Armina Reka.
8. CV. Dinamitra Barokah.
9. CV. Indotronik.
10. CV. Panenmas.
11. CV. Smartline Infotech.
12. Cyberprast.
13. Koperasi Sumber Insan Mandiri.
14. PT. Baskara Gold.
15. PT. Divan Tour Travel.



Sabtu, 04 Mei 2019

CP 9 E-COMMERSE UNIVERSITAS DHYANA PURA


NAMA – NAMA MULTILEVEL YANG TELAH BERKEMBANG DI INDONESIA SEJAK 15 TAHUN HINGGA SAAT INI

1. CNI
Perusahaan MLM satu ini mendapatkan perhatian khusus hingga tahun 2000 -an. Perusahaan ini, katanya, merupakan hasil buah karya orang asli Indonesia. Sukses di negara sendiri, CNI menjadikan dirinya salah satu perusahaan tertua. Perusahaan nyata- nyata dilahirkan di Bandung di 1986. Sebelumnya menggunakan nama PT. Sanchlorellatama dan produk pertama dijual adalah sun chlorella.
Sejalan dengan perkembangan, produk dijual bertambah dan pada tahun 1992 berubah menjadi CNI (PT. Citranusa Insan Cemerlang). Beberapa majalah, koran dan tabloid telah banyak menceritakan asal mula perusahaan MLM dibangun oleh keluarga Ginawan Tjondro dan Abrian Natan ini. Ulasan lengkap terakhir tentang CNI dapat dilihat di majalah ManPower edisi Desember2007 serta dari majalah SWA edisi Desember2007.
Sistemnya: wajib belanja atau tutup point, renewel dimana dibayar terus tiap tahun, Center/PO banyak. Target penjualan dari perusahaan MLM perbulan mencapai 250 ribu, 500 ribu, hingga sampai 1 juta (resmi perusahaan) malah ada lebih tinggi lagi bila ngikutin program leader. Pernah mendapatkan kritik karena ikut nimbrung di iklan televisi bahkan jual asuransi "kolor" segala.
Perusahaan satu ini masih solid mungkin sampai selanjutnya karena member banyak dan ada uang tiap tahun. Beberapa sukses mencapai gelar diamond. Ada leader diamond sukses dapat kredit motor, namun jikalau target tidak terpenuhi bayar sendiri- sendiri. Produk: dari celana, produk kesehatan ( berbagai suplemen dan vitamin), kebutuhan rumah tangga. Masih solid namun tak lagi terdengar keras dengungnya di masyarakat Indonesia, karena banyak siangan.

2. Oriflame
Orieflame menggabungkan sistem direct selling dan MLM jadi satu. Jadi perusahaan mlm tidak sepenuhnya menggunakan sistem MLM. Namun, bagi berminat kamu bisa menjadi member MLM -nya, apa saja keuntungannya? Secara garis besar untungnya sama seperti perusahaan diatas ini. Kalo sudah bergabung jadi member, kerjaan kita setiap hari itu merekrut orang bergabung menjadi member di jaringan kita. Setelah itu barulah kita masuk ke jualan memenuhi tutup poin. Setelah itu barulah kitamasuk kejualan memunuhi tutup point, kita sendiri juga bisa ikut nimbrung tupo (nilainya 600.000). Mudahnya kamu akan membeli produk Oriflame seperti shampo, sabun, parfum, deodoran dan lain- lain. Dan akhirnya, semua produk yang ada di rumah kamu tiap akhir bulan berubah menjadi produk- produk Oriflame semua. Mudah kan? Kamu tidak perlu pusing milih shampo apa atau sabun apa; semuanya dari Oriflame. Setelah kita sukses ngajakkin orang agar ikut jaringan kita. Barulah kita ajarin gimana caranya berjualan buat mereka dibawah jaringan kita. Semakin banyak orang kita ajak masuk di jaringan kita, semakin banyak orang belanja, semakin banyak juga bonus/komisi bulanan kamu dari Oriflame; terlihat mudah sih. Tapi, disarakan kamu harus berjualan agar bisa jalan tutup poin bulanan. Jika punya uang buat tutup poin sendiri? Silahkan, tapi bangkrut tanggungan kita sendiri bukan perusahaan. Intinya kita sama jaringan harus rame- rame beli produk Oriflame dan kita dapet bonusnya.

3. Sophie Martin
Sophie Martin Indonesia didirikan atas nama PT Sophie Martin Indonesia, merupakan anak perusahaan yang berkonsep Multi Level Marketing (MLM) beroperasi di Indonesia sejak 1994. Sudah lebih dari 13 tahun lamanya Sophie Martin telah ada di tanah air kita ini. Mereka berfokus untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia. Perusahaan ini tumbuh menjadi perusahaan penyedia produk fashion yang mempunyai peranan penting di Indonesia. Tingkatan member cuma ada dua: presiden dan franchise. Kalau di tingkat franchise, kamu haruslah punya bisnis sendiri atau tempat jualan sendiri.
Terus produk dipajang di etalase toko nanti berasal dari produk milik perusahaan. Tenang produknya kuat jadi tinggal pintar- pintar jualan saja. Keuntungan member itu ada di diskon 30% tiap pembelian sendiri, bonus belanja sendiri, bonus pendekatan, bonus royalti, dan bonus super pic. Konsepnya agak ribet pada member franchise. Ini agak ribet karena member franchise berperan sebagat leader lagi, namun bawahnya gak dapat benefit seperti si franchise.

4. Tupperware
Tupperware didirikan oleh Earl Silas Tupper (1907- 1983), dimana perusahaan ini berfokus pada produk rumah tangga. Bagi kamu sering liat di layar kacar, produk Tupperware terbuat dari bahan plastik. Dan, ini berbeda dengan konsep bisnis MLM lain cenderung pada produk habis pakai (karena habis- beli, semakin sering beli semakin untung). Tupperware Indonesia sendiri mengaku bukan sepenuhnya MLM tapi bisnis berjenjang karir.
Mereka mengklaim tiap member memiliki tingkatan dan tugas berbeda. Kita nanti bisa menjadi manager, executive manager, group manager, atau bisa distributor. Namun perlu diketahui sebelum masuk ke jenjang tersebut, kamu diwajibkan menjadi member dan melalui beberapa masa percobaan. Disini kita akan disuguhi pelatihan penjualan semacamnya seperti lainnya. Ada tutup point? Di ambil dari situs tupperwarecentre.com, kita tidak mendapatkan itu namun memang ada syarat- syarat pencapaian minimum. Pencapain dari jumlah jaringan, pembelian dan lain- lain, mungkin permasalahannya adalah produk ini bukan produk habis pakai

5. Amway
Perusahaan yang pernah masuk masa jayanya di Indonesia pada 1993- 1995. Amway didirikan oleh Jay Van Andel dan juga Richard DeVos, bermarkas di Ada, Michigan. Produk dijualnya meliputi produk pembersih rumah, produk kecantikan dan kesehatan, nutrisi, bahkan produk pengolahan air sehat. Produk terakhir disebutnya eSpring, dikenalkan di 2000, fokus pada water treatment menggunakan sistem ultraviolet, menarik.
Ada uang pendaftaran bagi pendaftar masuk dan ditambah renewel dimana harus dibayar anggota tiap tahun. Jangan salah bisnis ini terbukti manjur ( dan masih eksisi di negara asal) bahkan ada orang sukses diamond. Yang menarik kita disuguhi produk- produk benar berkualitas. Namun, produk akan selalu mengikuti harga dollar, jadi kita siap merogoh kocek dalam- dalam.
Apa masih aktif?
Iseng- iseng cari tau di internet, ternyata masih aktif. Diambil dari www.amway2u.com, kita akan disuguhi produk pilihan mereka mejeng di depan komputer. Bagi kami paling menarik yaitu produk disebut Artistry (trademark) khusus milik Amway. Produk kecantikan katanya perusahaan kembangkan khusus bagi kita. Berminat? Kunjungi websitenya segera, dan jangan lupa klik link nya. Sebagai tambahan, perusahaan MLM satu ini mensyaratkan wajib belanja atau tutup point.

6. Melia Sehat Sejahtera (MSS)
PT Melia Sehat Sejahtera adalah perusaan yang berasal dari Indonesia yang mana mereka mempunyai 2 produk kesehatan yaitu melia biyang dan meli propolis yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan manusia. Perusahan ini memasarkan kedua produknya dengan sistem MLM ( Multi Level Marketing ) dengan sistem penjualan langsung melalui member dan distributor langsung.
Perusahaan ini telah berdiri sejak 2003, dimana nama perusahannya pada waktu itu adalah Melia Nature Indonesia, dan sampai sekarang masih bertahan dan eksis sebagai perusahaan MLM terkemuka di Indonesia  dibandingkan dengan perusahaan MLM yang lain yang hanya bertahan sekitar 2-3 tahun saja. Bertahannya perusahaan ini sampai sekarang dikarenakan kedua produknya yang berkualitas dan bermanfaat bagi kesehatan manusia.
Perusahaan PT Melia Sehat Sejahtera dibangun oleh seorang top leader yang bernama Bpk Ir Syukur Nababan, Beliau lah yang pertama kali dalam merintis dan membangun perusahaan ini besar sampai sekarang. Perusahaan ini juga telah mendapat legalitas dari pemerintah dengan mendapat ijin resmi dengan nomor SIUPL ( Surat Ijin Usaha Penjualan Langsung ) 8/1/SIUPLS/PMDN/2012.
Selain perusahaannya yang sudah jelas surat ijinnya dari  SIUPL,  kedua produknya pun melia biyang dan melia propolis tidak kalah dengan sudah terdaftar di BPOM ( Badan Pengawasan Obat dan Makanan ) dan pembuatannya sudah berstandart GMP ( Good Manufacturing Product ) oleh Herbal Science. Dengan begitu kedua produk tersebut aman untuk dikonsumsi dan tanpa efek samping.
Melia Propolis No.BPOM : POM TI 124 646 701
Melia Biyang No.BPOM : POM SI 124 603 441
Pada tanggal 25 September 2012, adalah Hari yg Bersejarah, karena telah Lahir PT. Melia Sehat Sejahtera yg menggantikan nama PT Melia Nature Indonesia, dengan Wajah Baru, Karakter Baru, dan Harapan Baru, Menjadi Lebih dan Lebih baik lagi, menuju Masyarakat Sehat dan Sejahtera,..PT. Melia Sehat Sejahtera adalah Soko Guru Perekonomian Bangsa.


Jelaskan perbedaan bisnis konfensional tanpa jaringan dengan bisnis yg menggunakan sistem multi level marketing

Sebagian diantara kita, mungkin lebih memilih Bisnis Konvensional, karena lebih nyata hasilnya, Jelas Bisnisnya, dan lain sebagainya. Tapi mari kita pelajari perbedaan antara Bisnis Multi Level Marketing dengan bisnis konvensional.

1. MODAL
Untuk membangun bisnis Konvensional, kita akan memerlukan modal yang cukup besar. modal awal membeli peoduk misalnya, sewa tempat, mengurus perizinan,promosi,dan lain lain.
Sedang Bisnis Multi Level Marketing, biasanya untuk join pertama kali tidak kurang dan lebih dari Rp.100.000,- itu pun sudah termasuk alat alat yang akan membatu bisnis tersebut, misalnya kartu keanggotaan,brosur brosur,buku panduan serta aksesori yang bisa membatu memulai bisnis tersebut.

2. TEMPAT
Dalam memulai Bisnis Konvensional, kita memerlukan tempat untuk kita memasarkan Produk yang kita mliki, ataupun kita harus menyewanya, kalaupun kita tidak memilikya. sebuah counter penjualan aksesori di mol, misalnya, dengan luas 2X3 meter. mungkin membutuhkan biaya sewa sekitar 30 atau 50 jta per tahun. sungguh besar kan????
Tapi Untuk Memulai Bisnis MLM, kita tidak memerlukan Tempat Khusus, karena kita bisa memasarka produk dimana saja, dan kapan saja.

3. BIAYA OPERASIONAL
Demikian juga dengan Biaya operasionalnya, bisnis konvensional akan membutuhkan biaya yang cukup besar. bahkan terkadang kita kena memeiliki kendaraan untuk mengantar produk ketempat konsumen. dalam kurun waktu satu tahun berapa banyak yang harus kita keluarkan untuk semua itu.Sedang Bisnis MLM, setelah bergabung anda juga membutuhkan biaya operasional, tapi jumlahnya tidak begitu besar, seperti, pulsa,transportasi,buku buku,contoh produk,alat bantu yang disediakan perusahaan atau support system dll.

4. RESIKO BISNIS
Tentu sudah jelas, bila pengeluaran memulai bisnis itu cukup besar, berarti memiliki resiko yang cukup besar juga, dan sebaliknya, karena setiap bisnis atau usaha, tidak akan lepas dari sistem untung dan rugi.

5. WAKTU
Bisnis Konvensional memiliki waktu yang relatif singkat, bisanya dari pukul 8.00 am s/d 5.00 pm misalnya.
dan dalam Menjalankan Bisnis MLM, kitalah yang menentukan waktunya, kapan pun dan dimanapun, untuk jumpa dengan klien,calon pembeli,dowline, upline, leader.....dll.

6. JANGKAUAN
Sebuah Toko di pasar jangkauanya adalah hanya dipasar tersebut saja, paling jauh bisanya hanya satu kecamatan. itupun sudah termasuk bisnis yang besar, seperti agen agen toko kelontong misalnya.
Sedang Bisnis MLM, jangkaunya sangat luas, bukan hanaya satu tanah air, tapi juga bisa menjangkau seluruh dunia. itu tergantung dari perusahaan MLM tersebut.

7. PELATIHAN
Dalam Bisnis Konvensional, jarang sekali adanya pelatihan, bahkan bisa disebut tidak ada.
Tapi dalam Bisnis MLM, Pelatihan bisnis akan diadakan setiap masa, sesuai dengan jadwal yang teratur, yang diselenggarakan, oleh perusahaan ataupun pihak upline sendiri.

8. SYSTEM
Bisnis Konvensional, dijalankan tanpa system. Sedang Bisnis MLM sudah pasti menggunakanya


Perbedaan yang lebih spesifik dari multilevel marketing dan bisnis konvensional

1.Multilevel Marketing
Modal : berkali-kali
Sistem kerja : sales
Target : ada target dan tutup point
Pembayaran : 30 - 45 hari kerja
Peringkat : memperkaya Upline
Rewards : ada
Jaringan : mencari banyak orang ( sistem matahari )

2.Bisnis Konvensional
Modal : berkali-kali
Sistem kerja : sales/sesuai job desk
Target : ada target
Pembayaran : 30 hari kerja
Peringkat : jenjang karir
Rewards : tidak ada
Jaringan : mencari-cari banyak orang untuk meningkatkan omset penjualan di perusahaan

www.undhirabali.ac.id

Minggu, 28 April 2019

Kisah Pipo dan Embro



Kisah Pipo dan Embro

Singkat cerita Pipo menjalankan rencananya, dia tetap pergi mengambil air dengan ember setiap harinya, tapi dikala libur atau malam hari, dia mencuri waktu sebentar untuk membangun pipa tersebut. Prosesnya mungkin akan makan waktu lama, dan hasilnya juga tidak bisa dirasakan secara langsung, sementara halangan begitu banyak ditemui, mulai dari cemoohan orang, tanah yg berbatu dan lain-lain, tapi tekad Pipo sudah bulat, impian-impian Pipo menjadi alasan utamanaya untuk terus membangun pipa tersebut. Embro pun juga terus dengan ember-embernya, tetapi lambat laun dia mulai merasa jenuh, garis-garis kelelahan juga mulai tergurat di wajahnya, kemampuan membawa embernya juga sudah tidak seperti waktu pertama dia memulai usaha ini. Hari itu, Pipo menyelesaikan pipanya, air mengalir dengan derasnya dari mata air ke desa, dan seluruh warga yang dulu mencemooh Pipo melihat bagaimana itu ternyata bukanlah sebuah ide gila, mereka pun berbondong-bondong membeli air dari pipa Pipo. Pipo bergitu gembira, betapa tidak, kerja kerasnya selama sekian tahun terbayar. Sekarang dia tidak perlu lagi susah payah harus membawa ember ke mata air. Saat dia sedang istirahat, sedang bersantai bahkan berlibur sekalipun, air-air tersebut akan terus mengalir ke desanya, dan itu juga berarti rejeki akan juga terus mengalir ke pundi-pundinya.

Alasan mengapa saya lebih memilih pipo ?

Dari kisah diatas saya lebih memilih pipo karena pipo dalam cerita di atas, menggambarkan sebuah pemikiran yang baru, Pipo berusaha membangun sebuah pipa yang akan membawa air dari mata
air ke desa dengan sendirinya. Apa yang dilakukan Pipo sebenarnya adalah sangat masuk akal, tetapi proses yg harus dilalui pada masa-masa awal dengan segala halangan dan rintangan serta hasil yang baru bisa dilihat pada akhir proses membuat banyak orang tidak yakin dan tertawa kepada pemikiran dan usaha Pipo, tapi toh Pipo tidak menyerah karena dia punya impian dan meyakini bahwa impian tersebut bisa diwujudkan dengan membangun pipa tersebut. Pipo menunjukkan ada jalan dan peluang yang selalu bisa kita raih asalkan kita mau berusaha untuk mencapainya.

Dari kapan saya ingin menjadi seperti pipo ?

Dari kapan mulai menjadi pipo, mungkin dari setalah saya lulus di perguruan tinggi karena sekarang tidak mungkin karena saya masih melakukan study dan setelah saya lulus nanti pasti saya akan berusaha menjadi seperti pipo yang selalu bekerja keras dan tidak pantang menyerah.
Menurut saya bagaimana cara memulainya agar kita bisa menjadi seperti pipo dengan cara selalu bekerja keras, pantang menyerah dan selalu yakin dengan kemampuan kita, dan selalu melihat orang-orang yang sudah berhasil sebagai panutan agar kita bisa menjadi seperti mereka nantinya. Dan yang terpenting selalu berusaha biarpun banyak yang menjatuhkan kita tetapi jangan menyerah hal hasil kerja keras kita akan menghasilkan sesuatu yang berguna bagi kita

www.undhirabali.ac.id

Jumat, 12 April 2019

CP 8 E-COMMERSE UNIVERSITAS DHYANA PURA


DEFINISI PERILAKU KONSUMEN, RISET PASAR, DAN CRM (CUSTOMER RELATIONSHIP MANAGEMENT)

1. Prilaku Konsumen

a. Definisi Perilaku Konsumen
Perilaku konsumen adalah proses yang dilalui oleh seseorang atau organisasi dalam mencari, membeli, menggunakan, mengevaluasi, dan membuang produk atau jasa setelah dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhannya. Perilaku konsumen akan diperlihatkan dalam beberapa tahap yaitu tahap sebelum pembelian, pembelian, dan setelah pembelian. Konsumen dapat merupakan seorang individu ataupun organisasi, mereka memiliki peran yang berbeda dalam perilaku konsumsi, mereka mungkin berperan sebagai initiator, influencer, buyer, payer atau user.
Dalam upaya untuk lebih memahami konsumennya sehingga dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen, perusahaan dapat menggolongkan konsumennya ke dalam kelompok yang memiliki kemiripan tertentu, yaitu pengelompokan menurut geografi, demografi, psikografi, dan perilaku.Perilaku konsumen mempelajari di mana, dalam kondisi macam apa, dan bagaimana kebiasaan seseorang membeli produk tertentu dengan merk tertentu. Kesemuanya ini sangat membantu manajer pemasaran di dalam menyusun kebijaksanaan pemasaran perusahaan. Proses pengambilan keputusan pembelian suatu barang atau jasa akan melibatkan berbagai pihak, sesuai dengan peran masing-masing.

b. Peran Perilaku Konsumen
*      Initiator, adalah individu yang mempunyai inisiatif pembelian barang tertentu.
*      Influencer, adalah individu yang berpengaruh terhadap keputusan pembelian. Informasi mengenai   kriteria yang diberikan akan dipertimbangkan baik secara sengaja atau tidak.
*      Decider, adalah yang memutuskan apakah akan membeli atau tidak, apa yang akan dibeli,  bagaimana  membelinya.
*     Buyer, adalah individu yang melakukan transaksi pembelian sesungguhnya.
*     User, yaitu individu yang mempergunakan produk atau jasa yang dibeli.

c. Teori Perilaku Konsumen
*      Teori Ekonomi Mikro.
Teori ini beranggapan bahwa setiap konsumen akan berusaha memperoleh kepuasan maksimal. Mereka akan berupaya meneruskan pembeliannya terhadap suatu produk apabila memperoleh kepuasan dari produk yang telah dikonsumsinya, di mana kepuasan ini sebanding atau lebih besar dengan marginal utility yang diturunkan dari pengeluaran yang sama untuk beberapa produk yang lain.
*      Teori Psikologis.
Teori ini mendasarkan diri pada faktor-faktor psikologis individu yang dipengaruhi oleh kekuatan-kekuatan lingkungan. Bidang psikologis ini sangat kompleks dalam menganalisa perilaku konsumen, karena proses mental tidak dapat diamati secara langsung.
*      Teori Antropologis.
Teori ini juga menekankan perilaku pembelian dari suatu kelompok masyarakat yang ruang lingkupnya sangat luas, seperti kebudayaan, kelas-kelas sosial dan sebagainya.

d. Ciri-Ciri Perilaku Konsumen yang Bersifat Rasional
*      Konsumen memilih barang berdasarkan kebutuhan.
*      Barang yang dipilih konsumen memberikan kegunaan optimal bagi konsumen
*      Konsumen memilih barang yang mutunya terjamin.
*      Konsumen memilih barang yang harganya sesuai dengan kemampuan konsumen.

e. Ciri-Ciri Perilaku Konsumen yang Bersifat Irrasional
*      Konsumen sangat cepat tertarik dengan iklan dan promosi di media cetak maupun elektronik.
*      Konsumen memiliki barang-barang bermerk atau branded yang sudah dikenal luas.
*      Konsumen memilih barang bukan berdasarkan kebutuhan, melainkan gengsi atau prestise.

f. Manfaat Perilaku Konsumen
Dalam pasar yang semakin intensif tingkat persaingannya, tuntutan konsumen yang semakin tinggi dan sangat ingin diperlakukan secara khusus, pemahaman akan konsumen begitu tinggi. Untuk itu sangatlah dibutuhkan pengetahuan tentang perilaku konsumen demi memuaskan konsumen dan memenangkan persaingan.Pemahaman terhadap perilaku konsumen sangat bermanfaat untuk kepentingan penyusunan strategi dan bauran pemasaran. Melalui pemahaman terhadap psikografis konsumen dan juga perilaku penggunaan, pemasar dapat melakukan segmentasi berdasarkan variabel tersebut. Berdasarkan sikap konsumen, pemasar dapat menyusun strategi promosi, khususnya iklan secara tepat.

2.RISET PASAR
a. Definisi Riset Pasar
Riset pasar adalah sesuatu yang sangat penting dalam bisnis sebab dengan riset pasar akan diketahui apa saja yang diperlukan pasar atau masyarakat dan juga mengetahui para pesaing bisnis. Dengan diketahuinya apa saja yang diperlukan pasar atau masyarakat dan juga mengetahui para pesaing bisnis. Dengan diketahuinya apa saja yang dibutuhkan oleh pasar dan juga pesaing yang ada dapat membuat produk ataupun jasa yang seseuai dengan pasar dan dapat membuat produk atau jasa dapat bersaing di pasaran. Dengan riset pasar dapat diketahui pula siapa saja yang membutuhkan produk atau jasa yang ditawarkan,dimana produk atau jasa tersebut dibutuhkan, dan kualitas produk seperti apa yang dibutuhkan para konsumen. Dan dapat juga diketahui seberapa besar permintaan dan potensi permintaan, kapan permintaan tersebut memuncak dan kapan permintaan tersebut menurun dari konsumen. Sehingga akan mempermudah saat merencanakan strategi bisnis dan dapat menghasilkan keuntungan yang besar atau optimal. Bisa dibilang riset pasar adalah otak dalam berbisnis, sebab inilah yang menentukan kemana langkah strategi dalam berbisnis.

b. Jenis-Jenis Riset Pasar :
Dari hasil riset pasar tersebut kamu dapat menggunakannya untuk menciptakan sebuah usaha dan juga rencana pemasaran atau kesuksesan rencana bisnis yang telah disusun. Perlu diketahui terdapat jenis-jenis riset pasar, diantaranya sebagai berikut :
*      Riset Primer : Adalah riset yang bertujuan mengumpulkan informasi atau data yang berasal dari analisis penjualan terkini dan efektivitas yang sedang dipraktekkan sekarang. Riset ini memberikan informasi mengenai pesaing kamu. Cara dalam melakukan riset ini : dengan interview atau wawancara baik langsung (bertatap muka) atau tidak langsung (melalui telepon), dengan survey, Kuesioner (online/surat) dan diskusi kelompok untuk mengumpulkan sampel konsumen atau pelanggan potensial dan mendapatkan umpan balik dari mereka.

*      Riset Sekunder : Adalah riset yang bertujuan untuk menganalisis data yang sudah diterbitkan, dengan data sekunder kamu dapat menemukan pesaing, membangun tolak ukur lalu mengidentifikasi segmen sasaran.
Mengumpulkan Data. Dalam mengoprasikan suatu bisnis tanpa melakukan penelitian justru bisa memberikan banyak keuntungan bagi pesaing bisnis kita. Terdapat dua macamm kategori pengumpulan data:
*      Kuantitatif adalah kategori pengumpulan data yang menggunakan analisis matemmatis dan membutuhkan ukuran sampel yang besar. Hasilnya yaitu memerangkan perbedaan yang signifikan yang terlihat dalam statistik, biasanya  data ini digunakan untuk membantu dalam penyempurnaan produk atau jasa.

*      Kualitatif adalah kategori pengumpulan data yang dapat membantu mengembangkan dan menyempurnakan metode kuantitatif. Data ini dapat membantu pemilik bisnis baru atau bisnis kecil untuk menemukan permasalahan yang dihadapinya, metode ini sering menggunakan teknik wawancara untuk mempelajari mengenai pendapat, prisip maupun kepercayaan para pelanggan.

c.  Metode yang sering digunakan dalam Riset Pasar
Dalam membuat riset pasar, umumnya ada tiga metode yang menjadi pilihan banyak pelaku usaha bisnis. Berikut ini adalah metode-metode tersebut :
*      Kuesioner : Dengan cara memberikan daftar pertanyaan mengenai data yang kamu perlukan untuk usaha kamu sendiri, kamu perlu menyiapkan responden yang berasal dari konsumen atau pelanggan potensial yang akan menjawab kuesioner. Biasanya agar para responden brtanggung jawab penuh dengan jawaban dalam kuesioner sebaiknya kamu memberikan imbalan yang sepadan, misalnya seperti souvenir dengan sejumlah uang.

*      Riset Group : Cara ini membentuk sekelompok orang dari populasi utama pasar potensial kamu. Tugas mereka yaitu menyampaikan apa yang mereka perlukan, merasakan produk atau jasa kamu dan memberikan pendapat mengenai produk atau jasa yang mereka rasakan tadi. Mereka dapat dimintai pendapat mengenai soal apa yang perlu diperbaiki mengenai produk atau jasa anda. Dan tentunya kamu perlu menyediakan kompensasi seputar jasa dari group ini.

*      Survey : Cara ini adalah cara yang paling popular. Disini kamu membuat survey dengan mengajukan beberapa pertanyaan yang sederhana dan simple mengenai produk atau jasa yang akan kamu riset. Survey umumnya bersifat acak dan sering kali secara sukarela. Jadi jangan sampai pertanyaannya menyita dan menganggu. Tetapi belakangan ini istilah survey juga dapat merupakan nama lain dari kuesioner.

3. CRM (CUSTOMER RELATIONSHIP MANAGEMENT)
Customer Relationship Management adalah sebuah sistem informasi yang terintegrasi yang digunakan untuk merencanakan, menjadwalkan, dan mengendalikan aktivitas-aktivitas prapenjualan dan pascapenjualan dalam sebuah organisasi. CRM melingkupi semua aspek yang berhubungan dengan calon pelanggan dan pelanggan saat ini, termasuk di dalamnya adalah pusat panggilan (call center), tenaga penjualan (sales force), pemasaran, dukungan teknis (technical support) dan layanan lapangan (field service). untuk meningkatkan pertumbuhan jangka panjang dan profitabilitas perusahaan melalui pengertian yang lebih baik terhadap kebiasaan (behavior) pelanggan. CRM bertujuan untuk menyediakan umpan balik yang lebih efektif dan integrasi yang lebih baik dengan pengendalian return on investment (ROI) di area ini. CRM mencakup metoda dan teknologi yang digunakan perusahaan untuk mengelola hubungan mereka dengan pelanggan. Informasi yang disimpan untuk setiap pelanggan dan calon pelanggan dianalisa dan digunakan untuk tujuan ini. Proses otomasi dalam CRM digunakan untuk menghasilkan personalisasi pemasaran otomatis berdasarkan informasi pelanggan yang tersimpan di dalam sistem. Customer relationship management adalah strategi tingkat korporasi, yang berfokus pada pembangunan dan pemeliharaan hubungan dengan pelanggan. Beberapa paket perangkat lunak telah tersedia dengan pendekatan yang berbeda-beda terhadap CRM. Bagaimanapun, CRM bukanlah teknologi itu sendiri, tapi ia adalah pendekatan holistik terhadap falsafah organisasi, yang menekankan hubungan yang erat dengan pelanggan. CRM mengurus filosofi organisasi pada semua tingkatan, termasuk kebijakan dan proses, customer service, pelatihan pegawai, pemasaran, dana manajemen sistem dan informasi. Sistem CRM mengintegrasikan pemasaran, penjualan, dan customer service dari ujung ke ujung. Sistem CRM harus bisa menjalankan fungsi:
*      Mengidentifikasi faktor-faktor yang penting bagi pelanggan.
*      Mengusung falsafah customer-oriented (customer centric).
*      Mengadopsi pengukuran berdasarkan sudut pandang pelanggan.
*      Membangun proses ujung ke ujung dalam melayani pelanggan.
*      Menyediakan dukungan pelanggan yang sempurna.
*      Menangani keluhan/komplain pelanggan.
*      Mencatat dan mengikuti semua aspek dalam penjualan.
*      Membuat informasi holistik tentang informasi layanan dan penjualan dari pelanggan.


www.undhirabali.ac.id

Minggu, 07 April 2019

CP 7 E-COMMERSE UNIVERSITAS DHYANA PURA


PERKEMBANGAN E-RETAILING DI INDONESIA SEJAK TAHUN 2015
&

5 PLATFORM BISNIS ONLINE YANG SUDAH BERKEMBANG


A.  Apa yang dimaksud dengan E-Retail ?

            E-Retail merupakan salah satu bagian dari model E-commerce yaitu Business to consumer (B2C): Retail, sifatnya melayani pelanggan yang bervariasi. Contoh dari bisnis E-retail itu adalah : Zalora, Lazada. Blibli, dsb. Dalam perkembangan yang semakin pesat, maka banyak toko online / e-commerce bermunculan. Baik mereka dengan memanfaatkan blog, social media, website. Dengan pesatnya ini membuat semakin mudahnya dalam jual beli.  Dalam perkembangannya saat ini dengan banyaknya bermunculan toko online  di Indonesia sangat berkembang pesat dibandingkan dengan beberapa tahun sebelumnya. Mungkin hal ini terjadi karena berkembangnya juga teknologi internet di Indonesia dan ditambah dengan pengguna internet yang mengakses dari gadgetnya masing – masing. Karena perkembangan inilah yang membuat bisnis online ramai dilakukan di Indonesia. Dari yang menjual barang hingga jasa, mereka tawarkan di internet. Toko online akan terus bertambah seiring dengan kemajuan teknologi, dan karakter pembeli juga lambat laun akan berubah karena kemudahan yang ditawarkan oleh internet dan smartphone.


            Bisnis Retail secara umum adalah kegiatan usaha menjual aneka barang atau jasa untuk konsumsi langsung atau tidak langsung. Dalam matarantai perdagangan bisnis retail merupakan bagian terakhir dari proses distribusi suatu barang atau jasa dan bersentuhan langsung dengan konsumen. Secara umum peritel tidak membuat barang dan tidak menjual ke pengecer lain.
            Akan tetapi dalam praktik bisnis retail modern saat ini tidak tertutup kemungkinan, banyak pengecer kecil membeli barang di gerai peritel besar, mengingat perbedaan harga yang muncul pada waktu-waktu promosi tertentu yang dilakukan oleh peritel besar.Bisnis Retail di Indonesia secara umum dapat diklasifikasikan menjadi dua yaitu, ritel modern dan retail tradisional. Retail modern sebenarnya merupakan pengembangan dari retail tradisional, yang pada praktiknya mengaplikasikan konsep yang modern, pemanfaatan teknologi, dan mengakomodasi perkembangan gaya hidup di masyarakat (konsumen).
            Jika kita menilik sejarah retail modern di indonesia sebenarnya sudah di mulai dari tahun 1960-an. Pada saat itu sudah muncul department Store yang pertama yaitu SARINAH. Dalam kurun waktu lebih dari 15 tahun kemudian, bisnis retail di Indonesia bisa dikatakan berkembang dalam level yang sangat rendah sekali. Hal ini bisa dikaitkan dengan kebijakan ekonomi Soeharto di awal masa pemerintahan orde baru, yang lebih banyak membangun investasi di bidang eksploitasi hasil alam (tambang & kayu), dibandingkan sektor usaha retail barang dan jasa di masyarakat.
            Awal tahun 1990-an merupakan titik awal perkembangan bisnis retail di indonesia. Ditandai dengan mulai beroperasinya salah satu perusahaan retail besar dari Jepang yaitu “SOGO”. Selanjutnya dengan dikeluarkannya Keputusan Presiden No. 99/1998, yang menghapuskan larangan investor dari luar untuk masuk ke dalam bisnis retail di indonesia, perkembangannya menjadi semakin pesat.
                                                                    
          Saat ini, muncul begitu banyak format modern ritel / market diantaranya adalah :
1.    Supermarket
2.    Minimarket
3.    Hypermarket
4.    Specialty Store / Convenience Store
5.    Department Store
Adanya sentuhan teknologi dan mampu memenuhi perkembangan gaya hidup konsumen telah memberikan nilai lebih dibandingkan dengan market tradisional. Selain itu atmosfer belanja yang lebih bersih dan nyaman, semakin menarik konsumen dan dapat menciptakan budaya baru dalam berbelanja.
Menurut data yang dikeluarkan oleh Media Data-Aprindo dalam rentang waktu 2004 s.d 2008 format minimarket memiliki rata-rata pertumbuhan turnover paling tinggi yaitu sebesar 38% per tahun, disusul kemudian oleh Hypermarket sebesar 21,5% dan supermarket yang 6% per tahun. Tingginya pertumbuhan di format minimarket, ditandai dengan semakin ketatnya persaingan dalam ekspansi atau penambahan jumlah gerai dari dua pemain besar di dalamnya yaitu Indomart dan Alfamart, sedangkan dalam nilai turnover yang dapat dihasilkan, format hypermarket merupakan yang terbesar, seperti yang dicapai minimarket dengan 32%, dan terakhir supermarket dengan 26%. Dominasi market share oleh Hypermarket ini dimulai dari tahun 2005, yang mana sebelumnya dikuasai oleh Supermarket. Penurunan di Supermarket dinilai sebagai akibat dari semakin banyaknya penambahan gerai minimarket yang dapat memotong akses konsumen ke supermarket. Ditambah pula semakin agresifnya Hypermarket dalam berbagai promosi yang kuat dan menarik. Serta kelengkapan produknya telah memberikan tempat tersendiri dimata konsumen.

 1.    Tokopedia
Hasil gambar untuk tokopediaBerdiri pada awal 2009, Tokopedia dinilai sebagai pemimpin pasar dalam ranah market place online di Indonesia. Paling tidak, Tokopedia memiliki jumlah modal yang sangat besar berkat USD 100 juta (RP. 1,2 triliun) yang disuntikkan beberapa bulan lalu oleh Softbank Internet and Media Inc. dan Sequoia Capital. William Tanuwijaya selaku CEO mengatakan bahwa saat ini mereka memiliki “ratusan ribu” penjual yang bertumbuh jumlahnya sebesar 30 persen setiap bulan. Saat ini Tokopedia memiliki 3,3 juta produk aktif, dimana sekitar 2 juta produk terjual di platform setiap bulannya.  
    
  2. BukaLapak
Gambar terkaitDidirikan pada awal 2010 sebagai salah satu produk portofolio agensi digital bernama Suitmedia, Bukalapak bertumbuh sebagai salah satu produk online terbesar karya anak bangsa di Indonesia. Achmad Zaky selaku CEO mengatakan bahwa saat ini terapat sekitar 150.000 penjual dan 1,5 juta produk aktif di Bukalapak memproses transaksi senilai Rp. 500 juta setiap harinya. Di website ini, para pengguna dapat melakukan aktivitas jual beli dengan harga pas maupun harga yang siap untuk dinegosiasikan. Bukalapak memiliki fitur dompet virtual bernama Bukadompet sebagai salah satu metode pembayaran.

3.    Elevenia
Hasil gambar untuk elevenia

Elevenia merupakan salah satu pemain termuda di daftar ini, namun mereka sangat agresif dan telah mencatat pertumbuhan yang sangat besar di tahun pertama operasinya. Diluncurkan ada bulan maret 2014, perusahaan hasil joint venture antara XL Axiata dan SK Planet asal Korea Selatan ini memiliki 2 juta produk aktif dan melayani 8.000 order setiap harinya. Uniknya, perusahaan ini menyediakan seller zone di Jakarta, berisikan studio foto dan ruang pelatihan untuk membantu para penjual online yang masih baru. Semua hal itu dapat digunakan secara gratis. Elevenia mengambil komisi dari setiap penjualan di dalam platform.

4.    Rakuten Belanja Online
Diluncurkan pada tahun 2011, Rakuten Belanja Online (RBO) awalnya merupakan perusahaan hasil joint venture antara konglomerat media MNC dan raksasa e-commerce Jepang Rakuten. Namun pada tahun 2013 kerjasama itu secara resmi berakhir, dan sekarang RBO beroperasi sendiri di Indonesia. Tidak banyak informasi seputar perkembangan RBO. Pada tahun 2013, RBO memiliki target menjual 1 juta produk di dalam websitenya. Dan walaupun menganut model bisnis B2B2C (business-to-business-to-consumer), mulai September 2014 RBO membuka pintu bagi penjual mikro dan individual untuk ikut berjualan di dalam platfor

5.    Qoo10 Indonesia 

Berasal dari Singapura, Qoo10 merupakan perusahaan joint venture antara eBay dengan GMarket asal Korea Selatan. Qoo10 Indonesia sendiri mulai beroperasi sejak tahun 2012, dan mengklaim memproses transaksi senilai lebih dari USD 2,5 juta (Rp. 32 milliar) setiap bulannya. Selain di Indonesia, Qoo10 juga beroperasi di Singapura, Jepang, Malaysia, China, dan Hongkong. Qoo10 Indonesia menarik komisi dari setiap penjualan yang terjadi di dalam platform.